Bisnis yang menguntungkan, dengan modal seadanya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Bisnis yang menguntungkan, siapa yang nggak mau ? Saat sedang memikirkan apa bisnis yang mau kamu jalankan, tapi kamu punya kendala dengan modal seadanya, terus kamu juga menambahkan syarat bahwa bisnis itu haruslah bisnis yang menguntungkan, mungkin akan ada banyak pilihan. Bisnis yang ini, mungkin salah satu yang bisa kamu pertimbangkan.
bisnis yang menguntungkan

Bisnis yang menguntungkan, semua orang juga mau. Meskipun nggak bisa dipungkiri, bahwa bisnis yang menguntungkan itu, tergantung dari banyak hal, dan banyak hal itu, baru akan kamu ketahui ketika kamu sudah mulai menjalankan bisnis. Saat merencanakan, diatas kertas, membuat asumsi pendapatan, proyeksi keuntungan yang bisa didapatkan, mungkin besar, mungkin menjanjikan dan bukan hal yang mustahil semua proyeksi itu akan jadi kenyataan, kalau kamu mengambil tindakan segera. Mulai dulu! Itu yang perlu kamu lakukan supaya kamu bisa mengetahui apakah semua perkiraan, proyeksi diatas kertas itu, bisa jadi kenyataan, dan kalau nggak jadi kenyataan, semisal, hasilnya ternyata jauh dibawah proyeksi, maka kamu bisa belajar dengan mencari tahu apa sih penyebab dari ketidakberhasilan kamu dalam menjalankan bisnis itu. Sedikit demi sedikit, pelan pelan, kamu akan menemukan masalah, bersamaan dengan itu, kamu juga akan menemukan solusi dari masalah yang kamu hadapi.

Pada waktu saya memulai bisnis dulu, saya menjalankan bisnis dengan modal seadanya. Bisnisnya adalah bisnis yang saya cari sebagai solusi atas permasalahan yang saya hadapi saat saya menjalankan bisnis Event Organizer. Waktu itu, saya sering bermasalah dengan cash flow, mengatur keuangan dengan modal yang terbatas, sambil mencari project event yang bisa digarap oleh perusahaan EO saya. Kendala terbesarnya adalah setiap kali dapat project event dari sebuah perusahaan, biasanya termin pembayarannya memberatkan. Kadang, ada sebuah project event, yang nggak dikasih DP, jadi harus dimodali dulu dengan uang sendiri, baru setelah 1 – 3 bulan maksimal, pembayaran pelunasan dari client akan dibayarkan. Lama – lama saya pikir, perusahaan EO jadi kayak lembaga pembiayaan ya, membiayai kegiatan promosi perusahaan lain dengan uang kita sendiri, baru setelah dapat pelunasannya, barulah modal kita kembali plus keuntungan yang diperoleh. “Nggak benar kalau kayak gini terus!” begitu pikir saya.

Jadilah saya memikirkan apa bisnis yang masih ada kaitannya dengan event, tapi masih minim pemainnya dalam bidang itu, terus, termin pembayarannya harus pake termin pembayaran yang saya ajukan, kalau client nggak mau pake termin pembayaran itu, ya udah, kita nggak bisa kerjasama! Sadis ya! But it works, saya akhirnya menemukan bidang usaha yang bisa saya jalankan sesuai dengan apa yang saya inginkan, sesuai dengan jawaban yang saya harapkan dari masalah saya sebelumnya dan bisnis itu berkembang sampai saat ini sejak hampir 10 tahun lalu dibangun. Tapi bagian yang seru, adalah bagian awal – awal saat saya membangun bisnis ini dan bisa teman – teman tiru untuk dijadikan sebagai kerangka dalam memilih bisnis yang menguntungkan dengan modal seadanya.

Jadi salah satu bisnis yang menguntungkan, menurut saya adalah dengan menjadi makelar, perantara atau calo.

Modalnya juga seadanya 🙂

Nggak ada yang salah dengan menjadi perantara, persepsi buruk yang dialamatkan kepada para makelar, itu hanya persepsi yang dibuat oleh mereka yang membeli, karena mereka menganggap bahwa dengan membeli melalui makelar, maka harganya akan jadi lebih mahal, dan memang itu kenyataannya! Dengan jadi makelar itu, saya bisa membeli banyak barang yang semula dijual oleh perusahaan yang menjadi partner saya. Saya waktu itu cari barang yang unik tapi dibutuhkan dalam industri event, barang yang jarang ada yang punya, tapi dibutuhkan untuk jenis event tertentu. Pada waktu itu, hanya ada satu perusahaan yang menyediakan barang itu, masalahnya adalah, perusahaan ini belum melek sama internet, nggak dikenal sama banyak teman – teman event organizer, sulit dihubungi di jam – jam operasional kantor, management-nya masih konvensional.

Jadilah saya yang membuat semua promosi dan publikasi mengatasnamakan perusahaan saya sebagai penyedia barang tersebut, hingga akhirnya, mesin pencari nomor 1, Google menempatkan semua kata kunci yang terkait dengan barang tersebut di halaman pertama, dan hampir 80% content di halaman pertama berasal dari postingan artikel, video dan iklan yang saya buat.

Singkatnya, saya berhasil menjual semua produk dari perusahaan tersebut, bahkan semua orang mempersepsikan bahwa barang tersebut adalah milik saya, milik perusahaan saya. Nggak keliatan lagi kalau saya adalah makelarnya, dan bersyukurnya, saat saya memulai bisnis ini dulu, saya lagi terlibat hutang ratusan juta tuh gara – gara salah satu project event besar yang merugi, dan hanya dalam waktu setahun, semua hutang itu terbayar lunas!

Berapa modal yang saya butuhkan untuk menjadi makelar itu ? Seadanya! Saya menggunakan semua resources yang saya punya, membeli domain dan hosting beberapa ratus ribu rupiah, ketekunan dan kegigihan untuk terus menerus membuat content yang ramah dengan mesin pencari, sesuai dengan kata kunci yang orang cari, mengikuti perjalanan barang yang digunakan sambil membuat dokumentasi photo dan videonya untuk saya unggah di website dan sosial media, pokoknya semua hal yang related sama publikasi di internet, semua cara yang mungkin saya gunakan, semuanya saya pake.

Nah, dari artikel ini, coba deh teman – teman mulai pikirkan, apa bidang usaha atau keahlian apa yang kamu kuasai, main di industri besarnya, penuhi kebutuhan orang di industri itu, cari yang spesifik, yang masih sedikit pemainnya dan gunakan internet marketing untuk membuat kamu jadi makelar yang pintar, makelar yang menguasai halaman 1 di google search engine. Kalau masih bingung, ada banyak peluang usaha yang bisa kamu riset di google.

Tapi jadilah makelar yang pintar, makelar yang bisa menjadikan Google sebagai tenaga marketing yang bekerja 24/7 tanpa istirahat, tanpa sakit, tanpa cape, dan ini bisa dilakukan dengan modal pengetahuan, belajar dan perbaikan terus menerus, jadi, nggak selamanya membangun bisnis yang menguntungkan itu perlu modal uang yang besar. Sepakat ?

Yudhi Megananda

Yudhi Megananda

Leave a Replay

Sign up for Weekly Updated

Seminggu satu kali, akan ada updated yang dikirim via email kalian