Menangkap ide, begini cara saya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Dulu sering dibilang aneh sama teman - teman saya, tapi it works for me! jadi nggak usah dengerin mereka yang bilang saya aneh.
menangkap ide

Menangkap ide, begitu saya menyebutnya. Karena ide di kepala saya suka datang tiba – tiba kemudian menghilang begitu saja, saya menyiapkan beberapa hal ini untuk bisa segera menangkapnya dan membuatnya terparkir di sebuah tempat, untuk kemudian saat waktu tertentu saya melihatnya lagi dan memastikan mana yang bisa segera saya jalankan.

Dulu, saat saya masih sering naik kendaraan umum, karena dirangsang oleh banyak pandangan yang saya lihat, banyak suara yang saya dengar, saya sering banget menemukan hal – hal yang menarik, yang menurut saya, kalau segera di eksekusi bisa segera menghasilkan. Pemikiran tiap kali melihat sesuatu itu, biasanya langsung hadir di pikiran dan kemudian pikiran saya mengolahnya menjadi banyak modifikasi. Karena perjalanan di kendaraan umum biasanya sendirian, otaknya saya bekerja dengan maksimal untuk memprosesnya, seperti langsung ada proses brainstorming sendiri, langsung muncul kalau diginiin jadinya gimana ? siapa yang akan menggunakan ide saya ini ? masalah apa saja yang bisa dipecahkan dengan ide ini ? dan seterusnya. Waktu saya belum menyiapkan hal – hal ini, pemikiran – pemikiran itu muncul begitu saja, lalu nggak lama berselang, dia menghilang seiring dengan kesibukan yang lain.

Saya pun mulai dengan kebiasaan baru, saya menangkap ide dengan membawa sebuah buku saku lengkap dengan bullpen, jadi setiap kali ada ide yang datang, saya langsung menangkap ide besarnya dan menulisnya. Yang saya tulis pun random, biasanya ketika ada 1 ide besar, saya tulis dulu ide besarnya, seiring dengan bekerjanya otak untuk memproses pemikiran tersebut, muncullah ide – ide pendukung, muncullah pengembangannya, muncul juga siapa yang akan terbantu dengan ide ini. Hal ini saya lakukan terus menerus, saat itu, belum ada smart phone seperti sekarang ini. Handphone yang saya gunakan waktu itu, hanya berfungsi untuk menelpon dan SMS, nggak lebih dari itu.

Saat smart phone mulai hadir, pelan – pelan saya mencoba menggunakannya untuk menangkap ide. Awalnya menggunakan aplikasi buat mencatat bawaan dari sistem yang ada di smartphonenya, lalu saya olah lagi dengan mengelompokkannya menjadi beberapa kategori, yang akhirnya membuat beberapa ide yang menurut saya cukup layak untuk dilanjutkan, ditindaklanjuti oleh saya dengan mengajak team saya untuk menggarapnya. Ada beberapa aplikasi ide yang bagus, Sebelum kesana, saya biasa menggunakan aplikasi buat mencatat, beberapa kali saya pernah menggunakan aplikasi perekam suara, tapi ternyata agak aneh ya untuk ngomong sendiri di tempat umum, merekam sesuatu di smart phone sebuah ide, karena kadang menggunakan kalimat yang aneh, dan kadang – kadang juga, suaranya nggak begitu jelas karena direkam di tempat umum, belum lagi lirikan orang – orang yang melihat orang aneh ini 🙂 Tapi ini hanya cara untuk tetap membuat idenya tetap ada, beda dengan cara mencari ide ya.

Menangkap ide itu seperti sedang berburu di hutan, kadang binatang buruan kita bisa nongol tiba – tiba, kadang kita perlu cari dulu binatang buruan kita, kadang juga kita perlu memancing binatang buruan itu agar datang.

Jadi siapkan diri selalu

Apapun itu, kalau kamu nggak mau kehilangan ide yang mungkin bermanfaat buat banyak orang, ada baiknya kamu mulai menyiapkan alat bantu yang bisa merekam atau mencatat ide – ide briliant yang kamu punya.

Yudhi Megananda

Yudhi Megananda

Leave a Replay

Sign up for Weekly Updated

Seminggu satu kali, akan ada updated yang dikirim via email kalian