Jenis event online, melawan kemustahilan!

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Ada banyak jenis event online seiring dengan makin banyaknya event yang diadakan dengan menggunakan format online, seiring juga dengan berjalannya waktu yang nggak jelas tentang kapan akan selesainya pandemi ini. Asyiknya, format online ini mulai jadi hal yang normal, padahal dulu beberapa diantara jenis event, dianggap nggak mungkin dibuat dalam format online.
jenis event online

Jenis event online, jadi makin variatif, apalagi setelah berbulan – bulan lamanya, kita semua dipaksa untuk menikmati semua dari rumah saja gegara pandemi ini. Sekarang kita lihat yuk, jenis event online yang sering diadakan berdasarkan jenis acara, target audiences dan tujuan yang berbeda – beda. Yang nomor 3, saya pernah punya pengalaman, ditunda saja, karena empunya hajat bilang, ” ini nggak mungkin! ” Itu pengalaman dua bulan setelah pemerintah menetapkan covid 19 sebagai pandemi nasional. Teman saya yang bergerak dalam bidang event organizer juga pernah menolak dengan bilang, ” event online nggak ada keringatnya, gua belum dapetin soulnya ” bahkan ada juga yang bilang, ” event online itu duitnya tipis! “

Apapun penilaian mereka dulu, dulu is dulu, bisa jadi pemikiran mereka jadi berubah setelah makin maraknya event online diadakan. Nah, kali ini saya mau bahas jenis event online berdasarkan jenis acaranya, target audiences-nya dan tujuannya yang berbeda – beda. Mari kita mulai, yuk!

  1. Konser online. Jenis event online yang satu ini, menjadi solusi bagi para artis dan musisi yang terkena dampak pandemi. Ini juga jadi solusi bagi pekerja event yang biasa mendukung mereka saat perhelatan konser di masa normal. Setidaknya, mereka jadi punya pemasukan setelah berbulan – bulan meronta karena sumber pendapatan utama mereka dari event, nyaris nggak ada. Group band dan solois ternama ikut meramaikan konser virtual ini, beberapa membuat hal – hal yang oleh orang awam dibilang mustahil, menjadi kenyataan. Konser 7 ruang misalnya, memadukan 7 ruangan dalam 1 rumah yang sama, plus 1 ruangan tambahan untuk operator audio. Konser yang digagas oleh Mas Donny dari DSS Audio System ini bisa dilihat sebagai inovasi di tengah maraknya konser online. Sebelumnya, Indra Lesmana dan Dewa Budjana, yang dibantu oleh Djuni Karjandi sebagai technical director juga berinovasi dengan membuat konser virtual di bulan April 2020 bertajuk “Mostly Jazz Live Online” yang mengkolaborasikan Indra Lesmana yang ada di Bali dengan Dewa Budjana yang ada di Jakarta. Masalah terbesarnya dari konser online dengan perbedaan ruang dan waktu itu, tentu saja, seputar masalah teknis, termasuk kualitas audio dan jaringan internet yang mungkin bisa mengganggu sinkronisasi instrumen yang dimainkan. Tapi pelan – pelan, semua hal – hal yang kurang, jadi bahan pelajaran dan menjadi membaik pada gelaran berikutnya.
  2. Wisuda Online. Prosesi wisuda yang biasa dilakukan secara tatap muka, termasuk pemakaian toga dan pemindahan tali toga, duduk di kursi VIP dan merasa merinding saat nama kita dipanggil, mungkin nggak akan sama rasanya saat dibuat dalam format online. Tapi, inilah solusi terbaik yang tersedia saat masa pandemi, tetap bisa memakai toga, duduk di rumah masing – masing dan menunggu giliran saat dipanggil. Ada moment yang nggak bisa digantikan dalam wisuda online ini, salah satunya kumpul terakhir bersama sahabat, atau menikmati moment langsung naik ke atas panggung dan pemindahan tali toga, mendapat ucapan selamat langsung dan yang lainnya, tapi demi menandai selesainya di kampus tercinta dan menyambut datangnya pengalaman baru di luar sana, maka wisuda online tetap jadi solusi paling jitu. Wisuda model seperti ini, kini bukan cuma dilakukan oleh Universitas, tapi beberapa sekolah tingkat menengah pun melakukannya dalam format online. Belakangan, tentu saja, wisuda ini akan kembali menggunakan format seperti dulu lagi, meskipun yang versi online akan tetap diperlukan.
  3. Virtual Wedding. Yang ini, pengalaman saya dulu di bulan Juni 2020, calon clientnya malah bilang, ” ini nggak mungkin!” Karena mereka menganggap bahwa semua prosesi dalam pernikahan dan resepsinya belum bisa difasilitasi, belum jadi kebiasaan, aneh rasanya, kalau dibuat dalam format online. Tapi akhirnya menunda hampir 9 bulan, mereka toh akhirnya membuat acara pernikahannya dalam format hybrid, dimana pihak keluarga mempelai hadir, undangan dari keluarga dekat juga hadir, dan selebihnya, yang tidak hadir di gedung pertemuan tempat resepsi itu, semuanya melihat tayangan dari youtube streaming dan IG Live yang disiarkan. Sementara untuk “amplop” ada mekanisme lain yang dengan menggunakan scan barcode yang diarahkan untuk transfer. Nggak usah kaku lah dengan masalah amplop – amplopan ini ya, kita sadari ya, bahwa memang eranya sudah berubah. Perlahan, hybrid event untuk wedding makin marak dengan catatan tetap perlu menjaga protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan acaranya.
  4. Launching Product Online. Nah, yang ini bagian favorit saya nih, kenapa jadi favorit, karena ini menurut saya, peluncuran product yang dilakukan secara online, didukung dengan promosi pre-event yang masif, ditambah dengan target audiences yang tertarget, dampak dari peluncuran produk yang dilakukan secara online, malah impactful dibandingkan versi offline. Beberapa product ternama di pasar android, seperti Oppo Reno 5 Series hingga product suplemen kesehatan, termasuk suplemen kesehatan untuk hewan peliharaan, juga dilakukan secara online. Disamping membuat presentasi tentang product knowledge yang malah membuat audiences jadi fokus dengan tampilan materi presentasi yang keren, peluncuran product online juga dilakukan dengan dibarengi penjualan pre-order dengan harga khusus dan banyak gimmick menarik yang membuatnya jadi bisa dinikmati, dan yang bisa menikmati pun jadi lebih banyak, karena nggak ada lagi pembatasan seperti keharusan untuk datang ke venue, karena semua bisa join dengan akses internet.

Masih ada lagi jenis event online yang lainnya, nanti akan kita bahas lagi di postingan berikutnya. Tapi teman – teman, khususnya yang bergerak dalam industri event, sambutlah dengan perasaan riang gembira semua keadaan yang terjadi saat ini, saat dimana pandemi yang makin membaik dalam cara pemerintah dan kita semua dalam mengatasinya, termasuk dengan sudah dimulainya vaksinasi, termasuk dengan meningkatnya kesadaran untuk mengikuti protokol kesehatan. Event online, menurut saya, nggak akan pernah mati, begitu juga dengan event offline, keduanya akan saling melengkapi untuk membantu terwujudnya tujuan – tujuan mulia dari pelaksanaan sebuah event.

Yudhi Megananda

Yudhi Megananda

Leave a Replay

Sign up for Weekly Updated

Seminggu satu kali, akan ada updated yang dikirim via email kalian