Event online, akan bertahan sampai kapan ya ?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Event online, menjadi jawaban dari terhentinya perizinan keramaian event offline akibat pandemi dan setelah lewat 1 tahun masa pandemi, apakah event online akan tetap bertahan ? menjadi makin banyak atau justru sudah waktunya untuk ditinggalkan dan kembali ke event offline ?
event online

Event online, adalah satu – satunya solusi dari berhentinya kegiatan penyelenggaraan acara di era normal pada tahun pertama pandemi datang. Semua bentuk acara, yang sifatnya mengumpulkan massa apalagi dalam jumlah banyak, tidak diizinkan dengan pertimbangan keamanan untuk pencegahan menularnya virus covid 19. Dampaknya, satu per satu, pendukung industri event, mulai berguguran, meskipun ada banyak juga yang beralih dengan menyelenggarakan acara online. Tapi nggak semua industri pendukung event, bisa ikut mensupport event online ya. Teman – teman vendor yang memproduksi panggung dan booth pameran, tenda, kursi, pelaminan pernikahan, catering services, sound system, lighting, genset dan beberapa lainnya, juga pengelola venue, tidak bisa terlibat dalam virtual event, karena memang tidak dibutuhkan. Hal serupa juga terjadi pada seksi artist dan talent, mulai dari penyanyi, group band, pembawa acara, dancers, atraksi sulap, badut dan lainnya. Ngenes rasanya melihat teman – teman ini satu per satu mulai pulang kampung, menjual satu demi satu alat – alat yang biasa mereka gunakan untuk cari makan hingga alih profesi sementara, bahkan ada juga yang sampai terlibat hutang, hanya untuk menyambung hidup.

Tapi setelah satu tahun lebih sedikit, dihitung dari pertama kali kasus covid ini terjadi, mulailah ada titik terang. Diawali dengan sebuah surat terbuka yang dibuat oleh beberapa asosiasi industri dan penggiat event yang ditujukan kepada presiden Indonesia, direspon dengan baik oleh menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga Uno, yang menyebutkan bahwa Kapolri Jend. Listyo Sigit Prabowo mendukung penuh pelaksanaan kegiatan masyarakat, berupa event musik hingga pekan olahraga dengan menerapkan CHSE, sebuah protokol standard kesehatan yang perlu diterapkan oleh pelaku industri event. Disamping itu, zonasi penyebaran covid yang dibagi menjadi area hijau – kuning – merah, mengatur jenis event seperti apa yang bisa diadakan. Area hijau, boleh dilaksanakan event offline dengan standard protokol kesehatan yang ketat. Sementara, area kuning, event offline, boleh diadakan, dengan kapasitas audiences terbatas dibarengi dengan online, atau disebut dengan hybrid event. Dan untuk zona merah, tetap diizinkan untuk diadakan event, namun secara online. Informasi lengkapnya bisa dilihat di beberapa portal berita.

Kabar bagus! Bagus banget malah, ini jadi semacam titik terang di jalan setapak yang gelap gulita. Beberapa orang teman Event Organizer mulai membagikan informasi ini dengan cepat disertai dengan semangat dan harapan, bahwa tak lama lagi, industri ini akan kembali menggeliat. Tapi lucunya, beberapa orang teman yang juga ada di industri event ini, malah mulai merasa khawatir, bagaimana kelanjutan acara online kalau gitu ? Bagaimana nih dengan modal yang sudah saya keluarkan untuk berinvestasi pada peralatan pendukung event online ? Bagaimana dengan peralatan yang sudah dibeli untuk mendukung pelaksanaan acara online ? Apakah setelah mulai dibukanya izin untuk penyelenggaraan event offline ini, event offline akan kembali pada performances-nya seperti saat sebelum pandemi ? Apakah event online akan tetap berjalan ?

Menurut saya sih, IYA! Event yang diadakan secara online akan terus bertahan. Kenapa demikian ? Setidaknya ada beberapa alasan yang cukup logis, alasan yang rasional kenapa event online akan tetap bertahan. Pertama, event online sudah dinikmati oleh jutaan orang di Indonesia. Masyarakat kita, mulai terbiasa dengan mengikuti kenyamanan event online, mereka nggak perlu berdesak – desakan seperti saat event offline, mereka nggak perlu datang ke venue tempat eventnya diadakan, mereka juga nggak perlu repot ganti baju yang proper, mereka juga nggak beresiko tertular virus ini. Secara psikologis, mereka, audiences, masyarakat Indonesia sudah mulai menikmati event online. Sebagai audiences, mereka juga sudah menghitung efisiensi biaya dan waktu jika dibandingkan dengan event offline. Kalaupun event offline sudah mulai dibuka, audiences juga masih dihantui rasa khawatir akan tertular virus yang tidak terlihat ini.

Kedua, acara online juga akan tetap bertahan, karena penyelenggaraan event online, khususnya di zona kuning dan zona merah, akan tetap dibutuhkan oleh banyak perusahaan sesuai aturan zonasi tadi. Bahkan, event offline yang diadakan di zona hijau, yang sebenarnya nggak perlu dibawa dalam format online pun, pasti akan dipertimbangkan untuk tetap di broadcast ke banyak audiences, tujuannya ? Ya tentu saja, penyelenggara acara berharap ada number of audiences yang bergabung untuk menyaksikannya dari rumah masing – masing. Dengan dibuat dalam format online juga, maka, event tersebut bisa menjangkau lebih banyak audiences. Dan pertimbangan bisnis juga, jika acara online bisa diikuti dengan berbayar, maka ini juga jadi source of incomes dari pihak penyelenggara acara. Hari gini siapa yang nggak mau income 🙂

Ketiga, virtual event akan tetap bertahan bahkan berpeluang menjadi besar dalam jangka waktu yang panjang, karena meskipun nanti vaksin sudah selesai semua, masih ada banyak audiences yang menginginkan bisa menikmati event dalam suasana nyaman didalam rumah / kantor. Dan ini adalah jumlah market yang besar, karena tidak ada lagi batasan jarak dan waktu.

Jadi, sebagai penutup, saran saya, nggak usah pusingin diri sendiri dulu deh, nggak usah berpikir jangka panjang banget dan mulai meragukan keberlangsungan event online dengan melontarkan pertanyaan, acara online ini akan tetap ada dan bertahan sampai berapa lama ? Jalani dulu saja, sambil upgrade skill tentang hal – hal teknis seputar pelaksanaan virtual event, juga sambil mencari leads dan mengkonversikannya menjadi clients, jadi, tetap semangat! tetap bergerak maju dan condongkan diri ke arah kesuksesan yang mau didapatkan. Jika membutuhkan jasa event organizer yang bisa menghandle keduanya, baik offline ataupun online, teman – teman bisa menghubungi team saya dengan mengklik jasa event organizer.

Yudhi Megananda

Yudhi Megananda

Leave a Replay

Sign up for Weekly Updated

Seminggu satu kali, akan ada updated yang dikirim via email kalian