Mau jadi kaya, atau terlihat kaya ?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Mau jadi kaya, atau terlihat kaya ? Yang mana yang anda pilih ? Pastinya akan ada banyak yang menjawab, " Saya mau jadi Kaya " yang artinya kaya dalam arti sesungguhnya, kaya sesuai dengan definisinya, tapi pertanyaan itu kadang dijawab dengan jawaban yang satu lagi, yang justru terlihat dari tindakan yang dilakukan. Kok bisa ?
mau jadi kaya

Mau jadi kaya, atau terlihat kaya ? itu adalah pilihan. Pilihan yang sebenarnya, merupakan pilihan yang mudah, saat kita dalam kondisi sadar. Saat kita menyadari, bahwa memang yang kita inginkan adalah menjadi kaya sesuai dengan definisi yang kita buat masing – masing. Sayangnya, saat kita “nggak sadar” dan dikuasai ego, maka dengan senang hati kita melakukan tindakan untuk terlihat kaya, meskipun kita belum kaya dan meskipun kita agak memaksa untuk terlihat kaya, yang penting gua keliatan kaya!

Tapi berhati – hatilah buat teman – teman yang punya kebiasaan ingin terlihat kaya! Karena dari sinilah yang akan menjadi penyebab kita susah untuk kaya. Kok bisa ? Ya iya lah, karena dengan kondisi yang belum kaya, lantas kita ingin terlihat kaya, maka kita sedang memaksakan sesuatu yang memang belum waktunya untuk kita lakukan, bahkan kita belum mampu untuk melakukannya. Bukan mau jadi kaya, tapi mau terlihat kaya, bahaya banget, karena malah bisa menjerumuskan banyak orang ke dalam hutang konsumtif yang bunga-nya nggak kecil dan bukan cuma masalah bunga saja, karena hutang ini adalah hutang konsumtif dan bukan hutang yang dipergunakan untuk hal – hal yang produktif, maka siap – siaplah untuk bekerja ekstra tanpa henti hanya melunasi pengeluaran yang belum waktunya itu. Ini bukan cuma tentang barang – barang yang terlihat secara fisik ada di rumah kita, tapi ini juga termasuk status di sosial media, sedang liburan di sebuah tempat mewah, saat makan bersama di restoran mahal atau kegiatan lain yang akan mentahbiskan anda sebagai orang kaya ( orang terlihat kaya maksudnya ).

Saya suka dengan prinsip yang diajarkan oleh Tung Desem Waringin yaitu tentang menunda kesenangan. Sulit untuk dijalankan, apalagi kalau kita memang sudah terbiasa dengan pola hidup mewah yang memaksakan diri meskipun belum saatnya. Kembali ke prinsip tadi, prinsip sederhana tentang menunda kesenangan ini, digambarkan sebagai sebuah kebiasaan yang perlu dilatih, setiap kali kita bisa melakukan kebiasaan itu, berikan reward kecil untuk membuat kita bersemangat, karena kita masih on track dalam perjalanan mau jadi kaya. Prinsip ini mengajarkan bahwa untuk mendapatkan kekayaan yang diinginkan, yaitu gaya hidup yang kita mau, maka, biaya untuk gaya hidup itu, harus berasal dari penghasilan yang kita dapatkan dari passive income yang secara berkelanjutan. Kalau belum bisa mendapatkan hasil dari passive income untuk membiayai gaya hidup yang kita inginkan, yaitu gaya hidup orang kaya yang jadi standard kita, maka kita harus bersabar, kita harus menunda kesenangan, mengalahkan ego kita untuk terlihat menjadi kaya. Kalau hasil yang didapatkan dari investasi atau usaha apapun yang bisa menghasilkan passive income sudah bisa membiayai gaya hidup yang kita inginkan, artinya, kita sudah kaya, dan kekayaan itu datang dari sesuatu yang bukan usaha kerja kita, tapi uang-lah yang bekerja untuk kita.

Jadi bijaksanalah dan berhati – hatilah dengan pilihan kita, lebih baik kita terlihat sebagai orang yang sederhana, hidup seadanya, tapi dibelakang itu, kita punya aset yang bisa membiayai gaya hidup yang kita inginkan nantinya. Abaikan apa kata orang, kata teman, kata tetangga, tentang semua penilaian mereka. Toh ini hidup, adalah hidupnya kita, yang menjalankan juga kita, yang mendapatkan hasilnya, apapun hasilnya juga kita. Kalaupun sudah terjebak dalam kebiasaan terlihat kaya, mulai sadari kalau itu adalah perilaku yang menghambat bahkan bisa menghancurkan impian anda mau jadi kaya. Tunda kesenangan dan hiduplah apa adanya, ciptakan banyak investasi yang ke depannya akan menghasilkan dan bisa membiayai gaya hidup yang anda inginkan.

Yudhi Megananda

Yudhi Megananda

Leave a Replay

Sign up for Weekly Updated

Seminggu satu kali, akan ada updated yang dikirim via email kalian